Produkseperti plastik pertama kali dibuat pada tahun 1862 oleh Alexander Parkes yang berbahan selulosa. Bentuk ini merupakan simbol daur ulang dan di dalamnya terdapat nomor yang merupakan kode dan resin yang memiliki informasi tertentu. Potongan kecil ini adalah potongan dari plastik yang besar atau oalahan produk yang sama lainnya.
Padahal kantong-kantong plastik merupakan sautu benda yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai yaitu sekitar 500 hingga 1000 tahun. Oleh karena itulah tercipta sejumlah inovasi kreatif dari kantong plastik yang terbuat dari bahan ramah lingkungan. Penasaran ? Yuk simak penjelasan lebih lengkap tersebut di bawah ini.
Penelitiandari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23% sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya. Jika diolah dengan baik, sampah plastik daur ulang dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp 16.379.472 per bulan dari produksi 48 ton sampah plastik.
Fast Money. Kenali jenis dan kode pada kemasan plastik dan bahayanya. Ternyata, tidak semua kemasan plastik aman untuk digunakan kembali, lho! Jenis & Kode Plastik yang Aman – Kebutuhan akan plastik sudah melekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari kantong plastik, tempat makanan, botol minuman, hingga peralatan rumah tangga, hampir semuanya terbuat dari bahan plastik. Harga barang yang dijual dengan plastik, biasa dibandrol murah, Toppers. Hal ini juga yang membuat penggunaannya semakin tinggi. Namun, apakah semua produk dari plastik yang kita gunakan aman bagi kesehatan tubuh kita? Sebaiknya kamu wajib untuk mengetahui jenis-jenis plastik dan arti kode plastik yang tertera pada wadah plastik yang digunakan. Agar kamu bisa membedakan plastik yang aman dan berbahaya, simak penjelasan berikut ini. baca juga Resep Terong Balado Pedasnya Menambah Selera Makan Jenis-Jenis Kode Plastik Ada banyak jenis-jenis kode plastik yang digunakan untuk tempat makanan hingga peralatan rumah tangga. Semuanya memiliki kode tertentu yang menandakan nama dan ciri khasnya. Selain itu, bahaya plastik juga perlu kamu ketahui agar tidak membahayakan tubuhmu. Dengan mengetahui jenis-jenis kode plastik berikut ini, kamu bisa membedakannya dengan cermat. Berikut penjelasannya. 1. Polyethylene Terephthalate PET atau PETE Sumber Gambar NCI FM Bahan plastik ini berwarna bening dan tembus pandang, biasanya digunakan sebagai kemasan minuman, minyak goreng, sambal, dan sebagainya. Plastik jenis Polyethylene Terephthalate PET atau PETE direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja dan jangan dipakai sebagai wadah air panas. Bahaya Plastik Polyethylene Terephthalate PET atau PETE Jika kamu menggunakan bahan plastik ini secara berulang, apalagi untuk menyimpan air panas, lapisan polimer pada botol akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Hati-hati ya, Toppers! 2. High Density Polyethylene HDPE Sumber Gambar SLO County IWMA HDPE biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan botol susu atau jus yang berwarna putih, galon air minum, plastik belanja, dan sebagainya. Bahan ini memiliki sifat bahan yang keras dan menjadi cukup aman digunakan karena memiliki kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara makanan atau minuman dengan wadah plastiknya. Bahaya Plastik High Density Polyethylene HDPE Bahan plastik HDPE direkomendasikan untuk satu kali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu, Toppers. Senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit, menimbulkan gangguan pernapasan, gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan keguguran. 3. Polyvinyl Chloride PVC atau V Sumber Gambar exporters india Bahan plastik Polyvinyl Chloride PVC biasanya digunakan dalam pembuatan botol deterjen, botol sabun, botol shampo, pipa saluran, dan sebagainya. Sebagai keunggulan, bahan plastik ini sangat tahan terhadap zat organik berbahaya, basa kuat, dan asam kuat. Bahaya Plastik Polyvinyl Chloride PVC atau V Dengan keunggulannya tersebut, bahan ini tidak boleh digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman, karena mengandung zat Diethylhydroxylamine DEHA yang dapat merusak ginjal dan hati. baca juga 8 Cara dan Resep Kari Ayam Empuk, Gurih, dan Nikmat! 4. Low Density Polyethylene LDPE Sumber Gambar Fisher Scientific Bahan plastik LDPE sering digunakan sebagai kantong belanja, plastik kemasan, pembungkus makan segar, dan botol-botol lembek. Bahan ini memiliki daya resistensi atau perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia. Oleh karena itu, LPDE menjadi salah satu jenis plastik yang dapat digunakan sebagai pembungkus makanan dan minuman. Bahan LDPE juga pun mudah didaur ulang dan sangat cocok untuk wadah kemasan yang kuat namun tetap fleksibel. Plastik ini mempunyai tingkat bahaya yang rendah. 5. Polypropylene PP Sumber Gambar Miliken Chemical Polypropylene biasanya digunakan dalam pembuatan botol minuman, kotak makanan, dan wadah penyimpanan makanan lainnya yang dapat dipakai berulang-ulang. Bahan ini merupakan jenis plastik terbaik yang bisa digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena mampu mencegah terjadinya reaksi kimia dan tahan terhadap panas. 6. Polystyrene PS Sumber Gambar 3M Dubai Jenis plastik ini banyak digunakan sebagai bahan pembuatan styrofoam, wadah makanan beku dan siap saji, piring, garpu, dan sendok plastik. Penggunaan jenis plastik ini sangat tidak dianjurkan untuk pembungkus makanan karena bahan Polystyrene dapat mengeluarkan zat styrene jika bersentuhan dengan makanan dan minuman, apalagi makanan dan minuman panas. Bahaya Plastik Polystyrene PS Zat styrene dalam bahan plastik ini dapat menimbulkan kerusakan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, mengganggu pertumbuhan, dan sistem saraf. Selain itu, bahan ini juga mengandung benzena yang menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker. Polystyrene juga sulit untuk didaur ulang, walaupun bisa didaur ulang, akan membutuh proses yang sangat panjang dan waktu yang lama. 7. Other O Sumber Gambar Lazar Capers Terdapat 4 jenis plastik yang tergolong jenis Other, antara lain Styrene Acrylonitrile SAN, Acrylonitrile Butadiene Styrene ABS, Polycarbonate PC, dan Nylon. Plastik jenis SAN dan ABS merupakan jenis plastik yang baik digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman, karena memiliki perlindungan yang baik terhadap reaksi kimia. SAN dan ABS sering digunakan dalam pembuatan kotak makanan, botol minuman, peralatan dapur, sikat gigi, dan sebagainya. Bahaya Plastik Other O Bahaya bahan plastik ini terdapat pada bahan Polycarbonate PC yang sangat tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai wadah makanan dan minuman, karena mengandung Bisphenol-A yang dapat merusak sistem hormon, merusak kromosom pada ovarium, menurunkan kualitas sperma, dan mengganggu sistem imun. PC biasanya digunakan pada pembuatan botol susu bayi, kaleng kemasan makanan dan minuman, dan kaleng susu formula. baca juga 7 Model dan Ukuran Wastafel Cuci Piring Unik dan Minimalis Nah, Toppers sudah bisa kan membedakan plastik yang aman digunakan dan plastik yang berbahaya untuk kesehatan tubuh? Gunakan plastik dengan kode yang aman untuk wadah makanan dan minuman ya! Sebagai antisipasi, Toppers dapat memilih perlengkapan makanan dan minuman yang memiliki tanda gelas dan garpu, atau bertulliskan “for food use” atau “for food contact”. Yuk, beli peralatan rumah tangga, peralatan makan, dan makanan yang memiliki bahan plastik aman hanya di Tokopedia! Temukan berbagai peralatan dapur modern terlengkap dengan harga termurah di sini!
Apakah ada diantara Anda yang tidak mengetahui kode plastik? Meskipun kebanyakan orang telah banyak menggunakan bahan plastik ini. Yang mana hampir dalam setiap kehidupan atau kegiatan banyak benda yang terbuat dari plastik. Mulai dari sebuah kemasan makanan, botol minuman, kantong kresek atau bahkan hingga untuk peralatan rumah tangga. Penggunaan plastik dalam jumlah besar bukan tanpa alasan. Dikarenakan plastik adalah sebuah bahan yang sangat ekonomis dan praktis. Namun, tak sedikit dari penggunanya yang tidak mengetahui 7 kode dan simbol kemasan plastik daur ulang. Kode plastik ini ditujukan untuk membantu mengetahui kadar bahaya suatu jenis plastik. Simak pembahasan berikut ini seputar 7 kode plastik!Apa Itu Kode Plastik?Plastik adalah salah satu molekul yang tergolong ke dalam makromolekul. Molekul satu ini berhasil terbentuk dari sebuah proses polimerisasi. Dalam proses polimerisasi ini, adalah suatu proses yang mana menggabungkan beberapa molekul. Mulai dari molekul sederhana atau monomer sehingga nantinya dapat menjadi makromolekul atau molekul besar. Dalam penggunaan plastik dari waktu ke waktu, terus mengalami sebuah peningkatan yang cepat dan signifikan. Perlu diketahui apabila material ini sangatlah susah untuk diuraikan alam ataupun dapat terurai dalam waktu yang sangat lama. Oleh sebab itu, muncullah pemilahan plastik yang mana terbagi menjadi 7 kode apa kode plastik itu? Kode plastik adalah sebuah tanda atau pembeda jenis plastik satu dengan yang lainnya. Yang mana berguna untuk membedakan dan mengetahui jenis apa yang berbahaya dan jenis apa yang cocok untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dan tentunya, setiap kodenya memiliki kegunaan dan fungsi yang bahan ini, sangat mudah untuk terbakar. Yang mana dapat meningkatkan peluang terbakar yang besar dalam pemakaiannya. Tahukah Anda bila asap plastik mampu menimbulkan pencemaran udara yang mengandung sebuah gas beracun? Yaps, gasnya mengandung HCN Hidrogen Sianida dan CO Karbon Monoksida yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia bahkan makhluk Baku PlastikTahukah Anda bahan baku pembuatan plastik? Secara umum, plastik terbentuk dari berbagai olahan unsur. Mulai dari hidrogen, karbon, oksigen, klorin, belerang dan nitrogen. Meskipun begitu, awalnya plastik dibuat dari getah tanaman, tanduk hewan atau bahkan serangga. Seiring berkembangnya waktu, bahan pembuatnya juga berbeda yakni biji tersebut memiliki bentuk seperti butiran bening dengan berbahan dasar zat kimia, yang disebut styrene monomer. Namun, bila memproduksi plastik dengan bahan ini sedikit sulit untuk didapatkan. Dikarenakan harus impor terlebih dahulu dari luar negeri dan harganya lumayan mahal. Meskipun begitu, kini sudah ada bahan baku pembuatnya berdasarkan kode plastik yang dapat untuk didaur ulang. Hingga saat ini sudah ada 3 bahan baku yang sangat umum digunakan, antara lain 1. Minyak BumiDari bahan ini, minyak bumi yang masih mentah diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan etana dan propana. Setelah dilakukan pemurnian, kemudian zat tersebut dipecah kembali menjadi etilena dan propilena. Selanjutnya dicampur sampai menjadi zat yang hampir mirip dengan tepung. Zat tersebutlah yang disebut polimer plastik dan nantinya akan digunakan untuk pembuatan barang-barang Jagung Pada bagian jagung juga mampu digunakan sebagai bahan baku plastik. Di bagian tongkol jagung yang mengandung gula karbohidrat mampu menjadi bahan baju untuk Polylactide Polymer. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan minyak KarbondioksidaPenggunaan atau pemanfaatan karbondioksida ini muncul pada tahun 2009. Yang mana pemakaian bahan baku minyak bumi dicampurkan dengan karbondioksida. Dan nantinya mampu menghasilkan PPC atau Polypropylene Carbonat. Hal ini juga ditujukan untuk mengurangi pemanfaatan minyak bumi secara Pembuatan Jenis-Jenis PlastikDalam pembuatannya sesuai dengan kode plastik, tentunya melalui tahapan yang berbeda-beda. Meskipun begitu secara keseluruhan dalam proses pembuatannya selalu melalui 4 tahapan ini. Mulai dari injection molding, ekstrusi, thermoforming dan yang terakhir blow tahapan yang pertama, dilakukanlah sebuah injection molding. Pada proses ini plastik yang masih berbentuk palet kemudian dimasukkan ke dalam tabung dengan suhu yang sangat tinggi. Dengan begitu pallet plastik tadi akan meleleh dan selanjutnya akan dituangkan pada cetakan. Selanjutnya ekstrusi, pada proses ini hasil lelehan tersebut ditekan secara terus menerus. Hingga akhirnya lelehan palet tadi dapat melebur dan memiliki tekstur yang sangat halus. Kemudian masuk ke tahap thermoforming, palet yang berbentuk lempengan tersebut akan dipanaskan kembali. Ditunggu hingga leleh baru dimasukkan kedalam sebuah cetakannya. Dan tahapan yang terakhir adalah blow molding. Pada tahapan ini ada empat proses yang harus dilalui dalam pembuatan plastik. Palet tersebut akan dimasukkan pada tabung panas dan dilelehkan pada sekrum. Setelah itu lelehannya akan dibentuk menjadi pipa-pipa. Kemudian akan ditekan dalam cetakan agar menghasilkan bentuk yang sesuai dengan produknya. Klasifikasi Jenis-Jenis PlastikPerkembangan plastik yang semakin meningkat di pasaran, membuat banyak pihak yang melakukan pengelompokan atau penggolongan jenis plastik. Hal ini diklasifikasikan berdasar dari berbagai sudut pandang. Umumnya, terdapat tiga cara yakni kemampuannya untuk dibentuk kembali, kinerjanya dan bahkan sifatnya untuk didaur ulang. Seperti apa pembagiannya?1. Berdasarkan Kemampuannya Untuk Dibentuk KembaliPada klasifikasi yang pertama adalah sesuai dengan kemampuan plastik untuk dibentuk kembali. Umumnya terbagi menjadi 2, yakni thermoplastik dan thermosetting. Ada yang dapat untuk dibentuk kembali dan bahkan tidak bisa dibentuk kembali. a. ThermoplastikJenis plastik ini, sesuai dengan namanya mampu untuk dicairkan kembali apabila dipanaskan dengan suhu tertentu. Dengan begitu sangat memungkinkan untuk dibentuk atau didaur ulang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Biasanya, pada kode plastik yang bertuliskan PE Polietilen, PC Polikarbonat, dan PS Polistireneb. ThermosettingPada jenis ini merupakan plastik yang apabila sudah dibentuk padat maka akan sangat susah atau tidak bisa untuk dicairkan kembali. Dengan begitu jenis ini sangat tidak bisa untuk didaur ulang kembali. Contohnya pada jenis Resin Melamin, Resin Epokin dan Urea Berdasarkan KinerjanyaSelanjutnya apabila diperhatikan sesuai dengan kinerjanya, terbagi menjadi tiga bagian. Hal ini didasarkan pada ketahanan dan sifatnya. Mulai dari plastik teknik, komoditas bahkan teknik khusus. Bagaimana jenisnya dan apa contohnya?a. Plastik TeknikUntuk jenis plastik satu ini memiliki kinerja yang sangat tahan terhadap suatu suhu panas. Mampu bertahan di atas suhu 100 C. Oleh sebab itu, tidak heran apabila jenis ini banyak digunakan untuk suatu benda elektronik dan otomotif. Contohnya pada jenis PBT, PC, POM dan Plastik Komoditas Jenis plastik komoditas adalah jenis yang sangat tidak tahan terhadap panas. Pada jenis ini juga memiliki sifat bawaan yang kurang baik. Oleh sebab itu, plastik jenis ini cocok digunakan dalam jangka waktu yang sebentar. Seperti banyak digunakan untuk pembungkus makanan. Plastik komoditas ini antara lain ada PMMS, SAN, PE, PS, dan Plastik Teknik KhususPlastik teknik khusus ini sangat mampu bertahan bila berada pada suhu di atas 150 C. Tah hanya itu, terkenal dengan sifat mekaniknya yang sangat bagus. Tak heran apabila jenis ini banyak digunakan untuk bahan pembuat pesawat. Sebagai jenis contohnya ada PSF, PES, PAR, dan Berdasarkan Kemampuan Daur UlangnyaUntuk jenis plastik ini dikelompokkan berdasarkan sifatnya yang dapat didaur ulang. Pada jenis-jenis ini umumnya diberikan sebuah tanda atau kode plastik. Yang mana kode tersebut telah ditetapkan oleh American Society of Plastic Industry. Kode plastik tersebut umumnya berbentuk segitiga da berada pada tampilan luar kemasan atau produk. Mulai dari PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS bahkan Kode dan Simbol Kemasan Plastik Dilansir dari wikipedia, bahwa kode plastik telah ditetapkan oleh SPI pada tahun 1988 tepatnya di Amerika Serikat. Dalam aturan yang dikeluarkannya, terdapat 7 kode plastik atau Resin Identification Code RIC. Aturan tersebut sebelumnya menunggu persetujuan dari ISO. Barulah ditetapkan bahwa, pada setiap kemasan plastik harus dan wajib untuk mencantumkan kode. Berikut daftar pembagian mengenai 7 kode dan simbol kemasan plastik daur ulang, diantaranya 1. PET atau PETE Polyethylene TerephthalateUntuk kode pertama yaitu menunjukkan simbol daur ulang dengan angka 1. Serta dibawahnya terdapat tulisan PET atau PETE. Dengan adanya simbol ini menunjukkan bahwa jenis plastik terbuat dari Polyethylene Terephthalate. Yang mana umumnya digunakan untuk bungkus minuman atau makanan. Biasanya hanya digunakan untuk sekali pemakaian saja. Sangat tidak disarankan untuk penggunaan yang berulang-ulang kali. Dan perlu diingat, dilarang untuk mengisinya dengan air panas atau hangat. Dikarenakan lapisan polimer yang menjadi penyusunnya mampu terlepas dan dapat menyebabkan sebuah kanker. Dalam saran penggunaannya, lebih baik langsung didaur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat lainnya. Serta alangkah baiknya apabila jangan terlalu sering menggunakan plastik dengan kode HDPE High Density PolyethyleneUntuk kode plastik selanjutnya dengan nomor 2 dan bertuliskan HDPE atau PEHD. Plastik dengan kode ini bertanda bahwa terbuat dari bahan High Density Polyethylene. Plastik ini sangat sering dipakai untuk galon, botol-botolan dan bahkan plastik kemasan yang tebal. Jenis ini termasuk aman untuk sering digunakan berulang kali. Meskipun dapat digunakan berulang kali, dalam pemakaiannya Anda harus tetap memperhatikan kebersihannya. Jenis plastik ini dapat didaur ulang dengan sangat mudah dan PVC PolivinilkhloridaPada simbol angka 3 menunjukkan PVC atau V. Yang mana jenis plastik ini banyak terbuat dari Polivinilkhlorida. Jenis ini banyak digunakan pada pipa air, kabel listrik, mainan dan bahkan ubin. Untuk kode ini sering dikatakan bahwa termasuk plastik beracun. Hal tersebut dikarenakan di dalamnya mengandung banyak bahan kimia yang mana dapat larut dan sangat berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, juga termasuk plastik yang sulit didaur LDPE Low Density PolyethyleneKemudian kode 4 ada simbol bertuliskan LDPE atau PE-LD. Jenis ini terbuat dari bahan yang bernama Low Density Polyethylene. Kode plastik ini tentunya sering sekali Anda jumpai, biasanya terdapat pada kantong plastik atau bungkus makanan. Sifatnya yang elastis dan memiliki daya tahan lama sehingga cocok dipakai berulang kali. Namun, alangkah baiknya dipakai sekali kemudian didaur ulang. Agar mudah untuk diuraikan oleh PP PolypropylenUntuk simbol 5 ada PP, yang mana terbuat dari bahan Polypropylene. Jenis ini banyak dipakai untuk botol sirup, sedotan, selotip dan tempat makan atau minum. Memiliki sifat yang kuat dan aman meskipun dalam keadaan atau suhu yang panas. Meskipun begitu, jenis ini sangat sulit untuk didaur ulang. Alangkah baiknya bila mengurangi PS PolystyreneSelanjutnya pada kode 6, ada simbol PS yang terbuat dari bahan Polystyrene. Terkenal dengan harganya yang sangat murah dan ringan, membuat jenis ini banyak digunakan. Sering dipakai untuk tempat makan atau minum, sendok garpu plastik dan styrofoam. Umumnya, jenis ini dapat mengeluarkan zat styrene, yang mana dapat memicu adanya sebuah kanker. Sangat berbahaya bukan?7. O OtherDan untuk kode plastik terakhir yakni nomor 7 dengan simbol O atau Other. Hal ini berarti bahwa jenis plastik yang ada dalam golongan ini tidak disebutkan pada 6 golongan di atas. Jenis ini sangat berbahaya digunakan untuk makanan atau minuman, karena telah mengandung BPA. Yang mana dapat menyebabkan beberapa kerusakan pada organ tubuh. Itulah pembahasan lengkap seputar kode plastik. Yang mana dibahas secara rinci mulai dari definisi, bahan bakunya, proses pembuatan, klasifikasi dan 7 kode serta simbol kemasan plastik daur ulang. Dengan adanya plastik tentu sangat membantu kegiatan manusia. Namun, sadarkah Anda apabila pada kode plastik ini mengandung beberapa zat berbahaya yang dapat membahayakan lingkungan bahkan kesehatan tubuh.
Alexthq/Getty Images/iStockphoto Ilustrasi. - Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi sampah plastik adalah dengan membawa tas belanja sendiri saat membeli sesuatu. Sebagai ganti dari kantung plastik, terdapat berbagai macam bahan kantong belanjaan alternatif yang selama ini dinilai memiliki dampak lingkungan lebih baik. Berikut adalah beberapa jenis bahan kantong belanjaan serta dampaknya masing-masing terhadap lingkungan. Kantong plastik reusable Meski berbahan dasar plastik, tapi kantong jenis ini lebih tebal dan biasanya dibuat dari material plastik daur ulang, sehingga dianggap lebih baik dibanding plastik sekali pakai. Namun, plastik ini membutuhkan material yang lebih banyak untuk produksinya, sehingga memiliki dampak lingkungan lebih besar. Meski begitu, hal ini dapat diantisipasi dengan waktu penggunaannya yang lebih lama. Selain itu, keunggulan lain dari plastik berbahan polietilena ini adalah dapat didaur ulang kembali setelah tidak digunakan lagi. Baca Juga Laporan Terbaru Tiap Minggu Kita Makan Plastik Seberat Kartu Kredit Tas berbahan polipropilena Kantong jenis ini paling umum digunakan sebagai tote bag dan ditawarkan sebagai material ramah lingkungan. Berdasarkan studi, diperkirakan bahwa kantong polipropilena membutuhkan sedikit energi untuk produksi, menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca 87 persen, dan juga menghasilkan limbah 91 persen lebih sedikit dari plastik sekali pakai. Sayangnya, kantong jenis ini sulit terurai dan didaur uang. Selain itu, kantung ini juga mudah terkontaminasi dan dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri, yang berasal dari produk hewani seperti susu atau daging. Oleh karena itu, disarankan agar kantong polipropilena ini dicuci setidaknya seminggu sekali. Kantung belanja katun Kantong katun ini berbahan dasar serat kapas, sehingga banyak diasumsikan sebagai material ramah lingkungan. Namun, nyatanya justru kantong jenis ini memiliki dampak lingkungan terbesar. Tanaman kapas membutuhkan banyak air dan nutrisi untuk tumbuh. Dalam skala besar, produksi kapas bukan hanya membutuhkan air dan lahan dalam jumlah besar, namun juga pupuk yang cukup banyak, yang dapat berpotensi mencemari sungai dan lautan. Selain itu, dibutuhkan proses yang panjang dan usaha yang besar untuk mengolah serat kapas menjadi tekstil siap guna. Kabar baiknya, kantong ini dapat digunakan berkali-kali dan memiliki usia pakai yang panjang, bahkan hingga bertahun-tahun. Kantong poliester Kantong berbahan dasar poliester memiliki durabilitas yang tinggi, sehingga tidak mudah rusak. Bahan ini juga dinilai cukup praktis, karena mudah dilipat dan dibawa ke mana saja. Poliester memiliki dampak lingkungan sedikit lebih rendah dibandingkan polipropilen. Namun, poliester dapat terurai menjadi mikroplastik saat dicuci dan dibersihkan. Bioplastik Material bioplastik diproduksi menggunakan bahan organik, seperti jagung, sehingga bersifat terbarukan dan mudah didaur ulang atau terurai ke dalam tanah. Meski demikian, bioplastik dianggap sebagai alternatif yang tidak terlalu baik, karena membutuhkan waktu yang lama serta dampak lingkungan yang cukup besar, terutama jika diproduksi dalam skala besar, sama halnya dengan kantung berbahan katun. Baca Juga Bakal Dapat Pinjaman Rp 1,4 Triliun, Mampukah Citarum Lepaskan Sebutan Sungai Terkotor? Kantung kertas Kertas memang dapat mengatasi permasalahan polusi seperti pada plastik, namun dampak lingkungannya cukup besar, seperti pada material organik lain. Diperkirakan produksi kantong kertas membutuhkan energi 3 kali lipat dari plastik sekali pakai, juga 27 kali lebih banyak air, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca 2 kali lipat lebih banyak. Selain itu, usia penggunaannya juga singkat karena mudah rusak. Jadi, kantong jenis apa yang paling ideal disebut ramah lingkungan? Meski setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangannnya masing-masing, namun secara umum kantong berbahan polipropilena dan poliester adalah kandidat terbaik, karena memiliki usia penggunaan yang panjang, mudah diproduksi tanpa dampak lingkungan besar, serta mengurangi polusi mikroplastik. Artikel ini telah tayang di dengan judul "Bioplastik Hingga Tote Bag, Tas Belanjaan Mana yang Ramah Lingkungan?". Penulis Julio Subagio. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
kantong plastik dibuat dari plastik yang memiliki kode produksi